Indonesian English Society

RAGAM SUARA KONFLIK PALESTINA

Januari 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika tulisan ini dibuat serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, telah berlangsung selama tiga hari. Selama itu pula dunia disuguhi oleh tindakan keji, barbar dan tidak berkeprikemanusiaan yang dilakukan oleh pemerintah zionos Israel. Dengan dalih untuk mengamankan wilayahnya dari ancaman Hamas, Israel membalasnya dengan membumi hanguskan kota Gaza .

Bagai seekor banteng yang sedang mengamuk, Israel dengan pongahnya menyerang segala fasilitas yang dimiliki oleh Hamas. Mereka tidak memperdulikan lagi apakah itu fasilitas militer atau fasilitas sipil. Tetapi sekali lagi fakta menyatakan bahwa kebanyakan yang menjadi korban serangan Israel adalah fasilitas sipil dan fasilitas umum. Dari mulai instalasi listrik, sekolah, rumah sakit hingga perumahan penduduk.

Jalur Gaza semakin merana. Wilayah yang telah mengalam embargo baik itu kesehatan, makanan hingga suplai BBM, dan hanya tergantung pada bantuan internasioanal, menjadi i sebuah daerah yang makin menyedihkan untuk dipandang mata. Gedung-gedung runtuh dan tidak ada lagi tawa yang menghiasi warganya. Mereka kini lsemakin akrab dengan air mata.

Hari ini dunia kembali dipertontonkan sebuah aksi gila dan terorisme yang dilakukan oleh sebuah negara yang bernama Israel, dan kembali dunia tidak berdaya melihatnya. Sebetulnya ini bukan masalah baru tetapi ini merupakan masalah lama dengan aktor yang sama pula. Kita masih teringat ketika Israel dengan asyiknya membantai kamp pengungsian di Shabra Shatilla yang dipimpin oleh Ariel Sharon mantan perdana menteri Israel yang kini tengah terbaring sakit. Dalam aksi ini ribuan nyawa menemui ajalnya dan lagi-lagi kebanyakan diantara mereka ialah orang-orang yang seharusnya tidak menjadi korban.

Tulisan kali ini tidak ingin mengupas atau membahas permasalahan yang terjadi di Timur Tengah ini dari sisi politik, diplomatis atau militer sekalipun. Tetapi yang ingin penulis angkat ialah beragamnya suara atau pendapat yang ada di sekitar konflik tersebut. Karena, memang aksi ini telah menyebabkan timbulny ragam pendapat dari masyrakat dunia.

Aksi ini di tanggapi beragam oleh dunia. Ada yang mengecam tindakan yang dilakukan oleh Israel tetapi ada pula yang terang-terangan malah mendukung negara tersebut. Di Timur Tengah sendiri pusat dari konflik tersebut terjadi beragam pendapat. Negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania dan Mesir hanya terdiam dan seolah terpana oleh agresi ini, meraka hanya bisa mengatakan stop serangan tanpa ada gerakan aktif lainnya. Sedang yang jelas-jelas menyatakan dukungan kepada Palestina, dalam hal ini faksi Hamas untuk melakukan perlawanan hanya Suriah dan Iran yang memang terkenal dengan sikap penentangan terhadap negara Israel dan Amerika Serikat.

Bila ditingkat kepala negara terjadi beragam pendapat tetapi untuk ditingkat massa hampir tidak ada perbedaan. Rakyat Arab sepakat dan menyatakan mendukung dan menyokong tindakan yang dilakukan oleh Hamas. Bahkan banyak kelompok masyrakat yang tidak hanya sekedar siap membantu secara materi tetapi nyawa pun mereka siap berikan. Hal ini bisa kita lihat dalam aksi-aksi dukungan yang dilakukan di negara-negar Arab mereka dengan lantang menyuarakan dukungannya kepada Hamas bahkan tidak jarang mereka juga membawa gambar Almarhum Syaikh Ahmad Yassin pemimpin Hamas dalam aksinya tersebut.

Sedang di luar Timur Tengah hampir seluruh negara mengecam apa yang telah dilakukan oleh Israel dan menyerukan segera diadakannya gencatan senjata. Sedang yang mendukung aksi Israel tersebut hanyalah negara-negara besar seperti Amerika Serikat yang memang mempunyai kepentingan baik itu politik ataupun ekonomi di wilayah Timur Tengah. Bahkan negara adidaya yang selama ini mengaku sebagai polisi dan penjaga perdamaian dunia ini ikut aktif dalam memberikan bantuannya ke Israel.
Tetapi, di tingkat ulama-ulama Islam yang progresif seperti Dr, Yusuf al-Qardhawy dan yang lainnya berpendapat lain. Mereka menyatakan dukungannya kepada Hamas, untuk terus melakukan perlawanan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia. kita masih teringat diawal-awal aksi Israel ke Palestina para mahasiswa telah bergerak. Mereka melancarkan aksi ke kedutaan besar Mesir di Jakarta, dengan tuntutan membuka perbatasan mesir dengan jalur Gaza agar bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan. Ormas-ormas islam juga melakukan hal yang serupa dari yang moderat dengan menyerukan agar PBB dapat bersikap jantan dan menjatuhkan sangsi bagi Israel. Sampai ada yang ingin mengirimkan lascar untuk berjihad disana.

Selain itu hampir seluruh elemen rakyat di negeri ini juga menyatakan pendapat yang serupa. Bahkan penulis menyaksikan sejumlah elemen mahasiswa yang berideologi kiri juga mengcam aksi tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap rakyat Palestina. Serta tidak ketinggalan mereka menyatakan boikot terhadap produk-produk Amerika Serikat.

Hal yang serupa juga terjadi di tingkat pemrintah. Walau masih ada yang merasa pemerintah kurang ‘cepat’ tetapi, pemerintah telah secara resmi menyatakan kecamannya terhadap agresi yang dilakukan oleh Israel. Bahkan pemerintah Indonesia juga mendesak dewan keamana PBB untuk segera bertindak. Tidak hanya itu pemerintah telah menyiapkan pasukan penjaga perdamaian bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Bahkan pemerintah Indonesia juga mengirimkan bantuan obat-obatan dengan jumlah yang cukup besar.

Tetapi hingga tulisan ini dibuat ada satu komponen atau komunitas masyarakat yang masih terdiam dan belum terdengar suaranya. Mereka yang selama ini selalu bicara tentang demokrasi, HAM, kesetaraan gender, Pluralisme dan segala macamnya belum terdengar statementnya sama sekali. Entah ada apa dengan mereka yang selama ini dengan gagah meneriakkan gagasannya. Apakah masalah ini kurang menarik atau mereka enggan dicap radikal bila menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina

. Padahal selama ini mereka selalu berbicara lantang bila terjadi aksi teror didalam negeri.
Atau mereka takut tidak mendapat biaya, donasi atau honor yang besar bila mereka menggugat kepentingan Amerika Serikat karena memang terdengar isu yang santer kalau komunitas masyarakat ini mendapatkan dana untuk melakukan aksinya dari negara paman sam trsebut. Ah semakin tahu saja kita siapa mereka itu?
 by:Ahmad syakib

→ Tinggalkan KomentarKategori: articles
Ditandai:

kumpulan rumus fisika lengkap

November 28, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ini adalah bagian ketiga dari Kumpulan Rumus Fisika Lengkap yang terdiri dari 3 bagian.
Untuk bagian pertama dapat anda download di http://www.banksoal.sebarin.com/…/..lengkap.htm
Dan bagian kedua dapat didownload di http://www.banksoal.sebarin.com/…/..lengkapii.htm

Untuk Bagian ketiga ini terdiri dari Rumus-Rumus:

 

  • Perkembangan Teori Atom,
  • Radioaktif,
  • Kesetimbangan Benda Tegar,
  • Titik Berat benda,
  • Teori kinetik gas,
  • Hukum Termodinamika,
  • Gelombang Elektromagnet,
  • Optika Fisis,
  • Relativitas, dan
  • Dualisme gelombang Partikel

Kumpulan Rumus Fisika Lengkap III dapat di download di:
http://www.sebarin.com/download/…/kumpulan-rumus-fisika-iii.htm

→ Tinggalkan KomentarKategori: tips & trik
Ditandai: , ,

foto-foto unik

November 28, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai:

Pesona Indonesia Tengah Timur di Cestovatelsky

November 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

indonesia

Praha – Indonesia lebih dari sekadar Jawa-Bali. Keelokan kawasan Indonesia tengah dan timur layak mendapat atensi dan dijajakakan di Cestovatelsky.

Menggandeng Beyond Exposition dari Jakarta, KBRI Praha sengaja mengetengahkan tema Indonesia tengah dan timur di Cestovatelksy Festival 2008, sebuah ajang pameran wisata internasional tahunan yang digelar di ibukota Republik Ceko tersebut.

Pameran wisata Cestovatelsky tahun ini mengangkat tema Kolem Sveta (keliling dunia), menampilkan obyek-obyek wisata atraktif dari segala penjuru planet ini.

KBRI Praha mengambil pendekatan berbeda, yakni dengan merangkul orang-orang Ceko yang sudah pernah ke Indonesia untuk menyampaikan testimoni. “Untuk lebih meningkatkan daya tarik mengenai Indonesia tengah dan timur,” terang Pelaksana Fungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi mengenai strateginya kepada detikcom hari ini, Senin (24/11/2008).

Salah satu dari mereka adalah Darja Milosova. Dia tampil menceritakan pengalamannya keliling Bali, Nusa Tenggara, dan Flores sambil menayangkan berbagai foto keindahan alam dan kehidupan masyarakat di daerah tersebut kepada pengunjung yang memenuhi Gedung KD Ladvi, tempat berlangsungnya Cestovatelksy, 22-23/11/2008.

Milosova antara lain mengandalkan foto-foto cantik komodo, sisa hewan purba yang menjadi daya tarik tersendiri. Di samping jepretan dari perjalanannya di pulau Komodo dan sekitarnya, Milosova juga mempresentasikan foto-foto keindahan Bali dengan tema pantai dan gunung.

Sebelumnya promosi pariwisata Indonesia di Cestovatelsky tersebut dibuka dengan penampilan tari Legong Keraton (Bali). “Penampilan tarian Indonesia ini merupakan hadiah tanda persahabatan dan hubungan kebudayaan antara Indonesia-Ceko yang telah terjalin selama 50 tahun,” demikian Azis.

Selain partisipasi di ajang Cestovatelsky, KBRI Praha pada Minggu kemarin juga ikut memeriahkan pembukaan Kejuaraan Karate se-Eropa dengan menampilkan tari Oleg Tambulilingan.

 

 

 

→ Tinggalkan KomentarKategori: news

Aksi Anti Politisi Busuk BEM Se Bandung Raya

November 24, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pemilihan Umum 2009 adalah momentum besar bagi negeri kita untuk menjadi bangsa yang tangguh. Regenerasi kepemimpinan negeri menjadi penentu akan dibawa ke manakah Indonesia, akankah ada kemajuan dan perbaikan positif ataukah kemunduran yang akan membuat rakyat semakin sengsara?

Pemilu 2009 sangat memiliki daya tarik bagi siapapun yang haus kekuasaan, jabatan, dan harta. Oleh karena daya tarik yang besar itu, maka banyak orang yang ingin masuk sebagai penentu kebijakan ini dengan menghalalkan segala cara. Masuk menjadi politisi bermodal ijazah palsu, baru mulai sudah menipu bagaimana nanti bila sudah menjadi wakil rakyat? Tipuan apalagi yang akan muncul untuk memperdaya rakyat? Semua sepakat bahwa orang jahat tidak pantas menjadi wakil rakyat bahkan memimpin negeri ini, siapapun yang terlibat kasus-kasus kejahatan bahkan yang melanggar HAM hanya akan menambah luka bagi rakyat dan negeri ini.

Sudah kenyang rakyat disuguhkan janji-janji manis saat pemilu dan pada perjalanannya rakyat ditinggalkan bagai menjadi gembel di rumah sendiri. Money politic serta praktik-praktik curang dalam pemilu akan dianggap hal lumrah karena begitu banyaknya hal tersebut dilakukan dan menjadi kebiasaan.

Adakah harapan dan asa untuk negeri ini? Siapakah yang pantas melayani orang-orang yang bosan dengan janji-janji para penipu? Inilah PR besar bagi kita untuk menentukan pilihan yang terbaik dan selalu waspada dengan adanya POLITISI-POLITISI BUSUK yang setiap saat akan menggerogoti martabat negeri tercinta.

Oleh karena kecintaan, harapan, dan asa untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur serta terbebas dari sejarah kelam karena telah banyak melahirkan koruptor dan politisi tak bertanggung jawab. Sabtu, 22 November 2008, BEM Se-Bandung Raya melakukan aksi simpatik dan mengajak masyarakat untuk menolak kehadiran POLITISI BUSUK yang hanya akan menambah beban bagi rakyat dan Negara.

 

Koordinator BEM Bandung Raya.

Gena Bijaksana

 

 

→ Tinggalkan KomentarKategori: articles

Wajah Pendidikan Islam Indonesia

November 10, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Khairan berpendapat bahwa pendidikan di universitas, khususnya universitas Islam sangat berpengaruh bagi perkembangan masyarakat di sebuah negara. Jika pendidikannya bermutu, maka sumber daya manusianya di negara tersebut pun akan berkualitas. Karena itu, ia berpendapat kunci utama perbaikan SDM adalah dengan meningkatkan kualitas universitasnya. “Universitas adalah pabrik SDM yang berpengaruh,” ujarnya.

 

Dalam disertasinya, Khairan menulis ada enam pokok persoalan universitas Islam di Indonesia yang membuat pendidikan Islam itu tak berpengaruh positif bagi perkembangan umat. Diantaranya, visi dan misinya tak jelas. Menurutnya, pendidikan Islam, seperti UIN, IAIN, STAI tak jelas mendalami ilmu agama atau umum. Ketika mendalami keduanya, konsentrasi pendidikan terpecah sehingga menghasilkan alumni yang berada di persimpangan jalan, tak menguasai ilmu agama dan umum.

 

Kedua, kurikulumnya sangat sentralistik. Apalagi, menurutnya, 60% kurikulum pendidikan tinggi Islam di Indonesia dibuat oleh orang-orang Departemen Agama yang kurang mendalami realita yang dibutuhkan oleh masyarakat. Khairan juga memandang Sistem Kredit Semester (SKS) yang diterapkan di perguruan tinggi Islam, kurang tepat sasaran karena sistem itu tidak pas untuk program ilmu-ilmu agama. “SKS hanya tepat untuk program eksakta dan bermasalah jika diterapkan ke ilmu-ilmu agama,” tegasnya.

 

Di samping itu juga, kualitas tenaga pengajar perguruan tinggi Islam sangat jauh tertinggal jika dibanding di negara-negara Islam dunia. Di negeri-negeri Islam menurutnya, sangat jarang staf pengajar yang bergelar S1 dan master karena rata-rata mereka bergelar doktor. Tapi, di Indonesia sebaliknya, sebagian besar staf pengajarnya malah bergelar S1 dan master, jarang yang S3. “Ini jelas mempengaruhi kualitas pendidikan Islam,” tandasnya.

 

Minimnya pengalaman mengajar para staf pengajar menjadi persoalan berikutnya yang tak kalah berbobotnya menyebabkan terpuruknya pendidikan Islam di Indonesia. Ini disebabkan hampir semua tenaga pengajar di universitas Islam jarang mengikuti pelatihan dan seminar bermutu di luar negeri. Padahal, perkembangan di dunia pendidikan sangat cepat dari tahun ke tahun.

 

Khairan membandingkannya dengan Mesir. Di sana katanya, hampir setiap bulan sekali pihak universitas menggelar seminar pendidikan internasional dan semua staf pengajar wajib mengikutinya. Karena itu, wajar jika mereka memiliki wawasan yang luas tentang pendidikan Islam.

 

Membangun Universitas Islam Bermutu

Seperti yang lainnya, Khairan juga memiliki cita-cita. Selain menginfakkan dirinya untuk dakwah Islam, ia juga bercita-cita untuk membangun universitas Islam yang jelas visi misinya dan sekaliber universitas ternama dunia, seperti al-Azhar, Madinah Munawarah dan lainnya.

 

Hal itu menurut Khairan bukan isapan jempol belaka. Sangat mungkin terwujud asal ada kerjasama semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, ulama dan masyarakat sendiri. Sehingga, dari sana akan lahir para dai dan mujahid besar sekelas al-Ghazali. Di sisi lain, dari situ pula kecil kemungkinan keluar alumni-alumni yang berpendapat berdasarkan hawa napsu dan pikirannya semata, seperti kaum liberal yang mulai bermunculan belakangan ini.

 

 

 

 

 

Home| Cyber Sabili | Form Langganan | Contact Us
Design ©
www.Sabili.co.id.

http://209.85.175.104/search?q=cache:aJ7rIdxgASoJ:sabili.co.id/index.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D84%26Itemid%3D30+wajah+pendidikan+islam+indonesia&hl=id&ct=clnk&cd=8&gl=id3/11//2008 8:36

→ Tinggalkan KomentarKategori: articles

APAKAH KREATIVITAS ITU?

Oktober 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta/berkreasi. Tidak ada satu pun pernyataan yang dapat diterima secara umum mengenai mengapa suatu kreasi timbul. Kreativitas sering dianggap terdiri dari 2 unsur, Pertama: Kefasihan yang ditunjukkan oleh kemampuan menghasilkan sejumlah besar gagasan pemecahan masalah secara lancar dan cepat. Kedua: Keluwesan yang pada umumnya mengacu pada kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda-beda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah.

Istilah kreativitas digunakan untuk mengacu pada kemampuan individu yang mengandalkan keunikan dan kemahirannya untuk menghasilkan gagasan baru dan wawasan segar yang sangat bernilai bagi individu tersebut. Kreativitas dapat juga dianggap sebagai kemampuan untuk menjadi seorang pendengar yang baik, yang mendengarkan gagasan yang datang dari dunia luar dan dari dalam diri sendiri atau dari alam bawah sadar. Oleh karena itu, kreativitas lebih tepat didefinisikan sebagai suatu pengalaman untuk mengungkapkan dan mengaktualisasikan identitas individu seseorang secara terpadu dalam hubungan eratnya dengan diri sendiri, orang lain, dan alam.

MENGAPA MANUSIA BERKREASI?

Para ahli psikologi tidak sependapat mengenai kebutuhan dan motif dasar yang dimiliki manusia untuk berkreasi. Meskipun demikian, imbalan dan penghargaan nyata yang dapat diamati dapat diidentifikasikan sebagai motif manusia untuk berkreasi. Manusia yang menjadi lebih kreatif akan menjadi lebih terbuka pikirannya terhadap gagasannya sendiri maupun gagasan orang lain. Sekalipun beberapa pengamat yang memiliki rasa humor merasa bahwa kebutuhan manusia untuk menciptakan berasal dari keinginan untuk “hidup diluar kemampuan mereka”, namun penelitian mengungkapkan bahwa manusia berkreasi adalah karena adanya kebutuhan dasar, seperti: keamanan, cinta, dan penghargaan. Mereka juga termotivasi untuk berkreasi oleh lingkungannya dan manfaat dari berkreasi seperti hidup yang lebih menyenangkan, kepercayaan diri yang lebih besar, kegembiraan hidup, dan kemungkinan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

→ Tinggalkan KomentarKategori: articles

Grammar

Oktober 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Word order

Adjectives, demonstrative pronouns and possessive pronouns follow the noun they modify.

The basic word order of Indonesian is Subject Verb Object (SVO). However many Indonesians will speak in a passive/objective voice, making use of the Object Verb Subject word order. This OVS word order in Indonesian will often permit the omission of the subject and/or object (i.e. ellipses of noun/pronoun) and can benefit the speaker/writer in two ways:

1) Adding a sense of politeness and respect to a statement or question

For example, a polite shop assistant in a store may avoid the use of pronouns altogether and ask:

Ellipses of pronoun (Subject & Object)

Literal English

Idiomatic English

Bisa dibantu?

Can + to be helped?

Can (I) help (you)?

2) Convenience when the subject is unknown, unimportant or implied by context

For example, a friend may enquire as to when you bought your property, to which you may respond:

Ellipses of pronoun (Implied Subject)

Literal English

Idiomatic English

Rumah ini dibeli lima tahun yang lalu

House this + to be purchased five year(s) ago

The house was purchased five years ago

Ultimately, the choice between active and passive voice (and therefore word order) is a choice between actor and patient and depends quite heavily on the language style and context.

Word Formation

Indonesian is an agglutinative language and new words are generally formed via three methods. New words can be created through affixation (the attaching of affixes onto root words), formation of a compound word (a composition of two or more separate words), or reduplication (repetition of words or portions of words).

Adjectives

Unlike in English, adjectives in the Indonesian language follow the nouns that they describe:

Indonesian

English literal gloss

English free translation

Mobil merah

Car red

Red car

Dia orang yang terkenal sekali

He/she person who well-known very

He/she is a very famous/well-known person

(Sebuah) cerita panjang

(A) story long

A long story

Affixation

The Indonesian language utilises a complex system of affixes (i.e. prefix, infix, suffix and confix (circumfix)). Affixes are applied with certain rules that depend on the initial letter of a base word (BW = base word, eg. a habitual verb, adjective, etc in its simplest form), and/or the sound combination of the second syllable. For example:

  • The prefix Ber + ajar (teach) = BeLajar (Note the deletion of ‘R’ and the addition of ‘L’)

= to study

  • The circumfix Me + ajar + -kan = meNGajarkan (Note the addition of ‘NG’)

= to teach (transitive)

By comparison

  • The prefix Ber + judi (gamble) = Berjudi (Note that Ber- remains unchanged)

= to gamble

  • The circumfix Me + judi + -kan = meNjudikan (Note the addition of ‘N’)

= to gamble away (money, one’s life, etc)


Also, depending on the affix used, a word can have different grammatical meanings (e.g. me + makan (memakan) means to eat something (in the sense of digesting it), while di + makan (dimakan) means to be eaten (passive voice), ter + makan (termakan) means to be accidentally eaten. Often two different affixes are used to change the meaning of a word. For example, duduk means to sit down, whereas men + duduk + kan (mendudukkan) means to sit someone/ something down. Men + duduk + i (menduduki) means to sit on something, di + duduk + kan (didudukkan) means to be sat down, diduduki (diduduki) means to be sat on, etc).

As with any language, Indonesian grammar can often present an array of inconsistencies and exceptions. Some base words when combined with two affixes (eg. me + BW + kan) can produce an adjective rather than a verb, or even both. For example, bosan when combined with the affixes me- and -kan produces the word membosankan, meaning boring (adjective) or to bore (someone) (active verb). However, not all base words can be combined with affixes, nor are they always consistent in their subsequent usage and meaning. A prime example is the word tinggal that, when combined with affixes, can change quite dramatically in both meaning and grammatical use:

  • Tinggal (base word (BW) form) = to reside, live (in a place)
  • Meninggal (MeN+BW) = to die, pass away (short form of ‘Meninggal dunia’ below)
  • Meninggal dunia (MeN+BW + world) = to pass away, to die (lit. pass on from the world)
  • Meninggalkan (MeN+BW+kan) = to leave (a place); to leave behind/abandon (someone/ something)
  • Ketinggalan (Ke+BW+an) = to miss (a bus, train, etc); to be left behind
  • Tertinggal (Ter+BW) = to be (accidentally) left behind
  • Ditinggalkan (Di+BW+kan) = to be left behind; to be abandoned
  • Selamat tinggal (word + BW) = goodbye (said to the person staying)

Noun affixes are affixes that form nouns upon addition to base words. The following are examples of noun affixes:

Type of noun affixes

Affix

Example of root word

Example of derived word

Prefix

pe(N)-

duduk (sit)

penduduk (resident)

 

ke-

hendak (want)

kehendak (desire)

Infix

-el-

tunjuk (point)

telunjuk (index finger, command)

 

-em-

kelut (dishevelled)

kemelut (chaos, crisis)

 

-er-

gigi (teeth)

gerigi (toothed blade, serration)

Suffix

-an

bangun (wake up, raise)

bangunan (building)

Confix

ke-…-an

raja (king)

kerajaan (kingdom)

 

pe-…-an

kerja (work)

pekerjaan (occupation)

(N) and (R) indicate that if a word begins with certain letters (most often vowels or consonants k, p, s, t), the letter will either be omitted or other letters will replace it, most commonly with the letters in the bracket or m, ng, ny and l.

Similarly, verb affixes are attached to root words to form verbs. In Indonesian, there are:

Type of verb affixes

Affix

Example of root word

Example of derived word

Prefix

be(L)-

ajar (teach)

belajar (to study) – Intransitive

 

me(N)-

tolong (help)

menolong (to help) – Active transitive

 

me(NG)-

gambar (picture)

menggambar (to draw) – Active transitive

 

di-

ambil (take)

diambil (is being taken) – Passive transitive

 

memper-

dalam (depth)

memperdalam (to deepen)

 

dipe(R)-

dalam (deep)

diperdalam (is being further deepen)

 

te(R)-

makan (eat)

termakan (to have accidentally eaten)

Suffix

-kan

letak (place, keep)

letakkan (keep) – Imperative transitive

 

-i

jauh (far)

jauhi (avoid) – Imperative transitive

Confix

be(R)-…-an

pasang (pair)

berpasangan (to be paired)

 

be(R)-…-kan

dasar (base)

berdasarkan (based upon)

 

me(M)-…-kan

pasti (certain)

memastikan (to ensure)

 

me(N)-…-i

teman (companion)

menemani (to accompany)

 

mempe(R)-…-kan

guna (use)

mempergunakan (to misuse, to utilise)

 

mempe(L)-…-i

ajar (teach)

mempelajari (to study)

 

ke-…-an

hilang (disappear)

kehilangan (to lose)

 

di-…-i

sakit (pain)

disakiti (is being hurt)

 

di-…-kan

benar (right)

dibenarkan (is allowed to)

 

dipe(R)-…-kan

kenal (know, recognise)

diperkenalkan (is being introduced)

Adjective affixes are attached to base words to form adjectives:

Type of adjective affixes

Affix

Example of root word

Example of derived word

Prefix

te(R)-

kenal (know)

terkenal (famous)

 

se-

rupa (appearance)

serupa (similar (to))

Infix

-em-

cerlang (radiant bright)

cemerlang (bright, excellent)

 

-er-

sabut (husk)

serabut (dishevelled)

Confix

ke-…-an

barat (west)

kebaratan (westernized)

In addition to these affixes, Indonesia language also has a lot of borrowed affixes from other languages such as Sanskrit, Arabic and English. For example maha-, pasca-, eka-, bi-, anti-, pro-, pra-, etc.

→ Tinggalkan KomentarKategori: learning english

vacancy as: Web Programmer

Oktober 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

He/she need to support his/her supervisor , to do web design.

Qualification:
- Female/ Male (25 – 27 year old)
- Holding D3 Informatics Eng

- Experience 1- 2 years as Web designer or Web Administer, using Mic Visual Net/ASP Net ; Mic SQL Server-Query Analyzer

 

Those who is interested is welcome to apply and send CV + application letter to : recruitmentdksht@dksh.co.id

→ Tinggalkan KomentarKategori: lowongan kerja

PT. SAGASS INDONESIA/LP3i Tambun

Oktober 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

 
 
 
 
 
 
 

→ Tinggalkan KomentarKategori: lowongan kerja